Menurut suatu hadits, beberapa orang akan bangkit di hari Pembalasan (Kiamat) dalam suatu keadaan, di mana ketika mereka melihat Allah, mereka akan tersenyum, dan ketika melihat mereka, Allah akan tersenyum. Suatu suara kemudian akan terdengar,
Hai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (89:27-30). Mereka yang mencintai Allah , dan juga, mereka yang saling mencintai satu sama lain karena Allah akan dikaruniai perlindungan di bawah ‘Arsy (singgasana) Allah . Pada hari itu tak ada naungan kecuali naungan ‘Arsy. Bagi orang-orang awam, Hari Penghakiman akan berlangsung selama 70.000 tahun; sementara, bagi para pecinta, Hari itu hanya akan berlangsung selama dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat Subuh. Mereka akan berjalan-jalan di atas bukit-bukit misik dan melihat keindahan (jamaal) dari Yang Paling Dicintai .
Para pecinta tak akan disusahkan dengan Pergolakan di Hari Penghakiman, Para pecinta tak memiliki perhatian apa pun, Selain memandang keindahan Ia yang mereka cintai.
Beberapa pecinta demikian tenggelam dalam kerinduan mereka terhadap Allah sehingga mereka akan segera berlarian menuju gerbang-gerbang Surga [jannah] dan bertanya pada penjaganya, Malaikat Ridwan as, "Kami telah diberitahu di dunia bahwa di Surga seseorang akan dikaruniai penglihatan yang indah atas Allah." Malaikat Ridwan as akan bertanya pada Allah, "Oh Tuhan, neraca keadilan [mizan] belum juga ditimbang, tetapi orang-orang ini telah meminta masuk ke dalam Surga?" Allah akan berkata pada mereka, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian masih harus menghitung amal-amal kalian, tetapi kalian sudah ingin masuk Surga?" Para pecinta akan menjawab, "Wahai Tuhan kami, Yang Maha Pemurah, Engkau tahu benar bahwa kami telah memalingkan diri kami dari dunia material, dan mengabdikan diri kami sepenuhnya bagi-Mu.
Kalbu-kalbu kami tak lagi menginginkan harta-harta dunia dan kami selalu puas atas apa yang ada pada kami. Kami mencintai-Mu dan menyembah-Mu sepanjang malam, dahi-dahi kami dalam keadaan sujud. Kami shalat dan berdoa kepada-Mu dari kedalaman kalbu kami. Kami lewatkan malam-malam kami tanpa istirahat, hanya mengharap keridhaan-Mu. Saat kematian kami, tak ada yang kami miliki dalam kalbu kami selain kecintaan pada-Mu." Allah akan berkata pada Malaikat Ridwan as, "Wahai Ridwan as! Ini adalah para pecinta-Ku, perhitungan macam apa yang harus dilakukan pada mereka? Bukalah pintu-pintu jannah dan biarkan mereka masuk tanpa harus memperhitungkan amal-amal mereka."
Menurut suatu hadits, pada hari Penghakiman, Allah akan menyatakan penyesalan pada para pecinta yang menghadapi kesengsaraan dalam kehidupan material dunianya dan hidup dalam pemantangan hawa nafsunya, dalam keadaan tetap miskin dan lapar. Allah akan menunjukkan rasa simpati-Nya di hadapan mereka, sama seperti seorang teman yang merasa bersalah di hadapan teman lainnya karena tak mampu memberinya suatu hadiah atau pemberian. Pada Hari Pembalasan nanti, para pecinta akan ditempatkan di dekat danau [haud] Kautsar. Kekasih Tercinta Allah dan juga rahmat bagi seluruh alam (rahmah lil-’alamin), Nabi Muhammad saw akan mengisi gelas-gelas dengan air dari danau itu untuk mereka minum. Beliau akan mengenali setiap pengikutnya dengan adanya nur [radian spiritual] yang memancar keluar dari anggota-anggota tubuh yang biasa mereka basuh saat melakukan wudhu’. Bahkan para malaikat akan senang ketika mereka melihat orang-orang ini sebagai pengikut [ummah] dari Nabi Muhammad saw.
Saat mereka sampai di padang-padang pengadilan, Malaikat-malaikat yang takjub akan bangkit dan berseru, Pelayan dari pelayan dari pelayan Muhammad telah tiba! Kerasnya Hari Pembalasan akan menimpa kaum yang ingkar (kuffar), dan kaum yang membuat sekutu bagi Allah [musyrikin], kaum munafik, dan para pendosa [fasiqin]. Para pecinta akan menyeberangi jembatan [sirath] di atas Neraka secepat hembusan angin. Panas api Neraka akan tersejukkan oleh cahaya [nur] dari iman mereka sedemikian hingga Neraka itu sendiri akan berteriak dan meminta para pecinta untuk melaluinya dengan cepat, agar iman mereka tidak memadamkan api-apinya.
Pada Hari Pembalasan ini pula, Allah akan mengaruniakan pada para pecinta itu hak untuk memberikan syafa’ah. Mereka akan membawa beserta mereka banyak pendosa, menuju ke dalam Surga. Para pecinta tak akan dikenai kerasnya Hari Pembalasan itu, dan mereka sendiri akan menjadi wasilah (perantara) bagi yang lain untuk keluar dari kerasnya hari itu. Suatu nur indah akan terpancar di muka mereka, memimpin mereka menuju pintu-pintu Surga: Dan orang-orang yang takut (taqwa) pada Tuhan mereka akan dibawa ke dalam surga dalam rombongan-rombongan… (39:73)
Pada hari Pembalasan, Allah akan memberikan balasan istimewa bagi mereka yang menanamkan cinta kepada Allah dalam kalbu-kalbu saudara-saudaranya yang lain. Pada hari saat mana kekayaan dan anak-anak tak akan berguna. Hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.(26:88-89). Orang-orang mu’min itu yang melewati kehidupan sementara (di dunia) ini sebagai seorang miskin dan fakir akan diperlakukan sebagai tamu-tamu kehormatan di Hari Pembalasan. Diriwayatkan dalam suatu hadits bahwa Nabi saw biasa berdoa: Ya Allah, biarkan aku hidup sebagai seorang fakir dan mati sebagai seorang fakir. Dan bangkitkan aku di antara kaum fakir di hari Pengadilan nanti.
Ya Allah, karuniakan padaku kalbu yang dipenuhi kecintaan pada-Mu, dan semoga rahmah-Mu selalu turun atas kalbuku, Karuniakan padaku suatu kalbu yang tenggelam dalam kerinduan pada-Mu agar aku terlupa akan hiruk-pikuk Hari Pembalasan.
0 Responses to “Surganya Para Pecinta Dan Keikhlasan”
Leave a Reply